Ikuti Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. Bergabung

Sejarah Kota Wonosobo dan Daftar 24 Nama Bupati Wonosobo (1825-2022)

Sejarah Kota Wonosobo dan Daftar Nama Bupati Wonosobo (1825-2022)
Sejarah Kota Wonosobo tidak lepas dari perjuangan Pangeran Diponegoro

Asal Asul Kota Wonosobo

Dari Bahasa Sanskerta

Wonosobo berasal dari bahasa sansekerta “WAUNA” dan “SEBA”. WAUNA yang artinya sebuah tempat /Dusun/Desa yang derajatnya lebih tinggi dari pada SIMA dan Sima sendiri merupakan dataran tertinggi sebuah Desa, boleh dikatakan kalau sekarang sebuah Kabupaten. Seba adalah tempat bertemunya para pandita.

Dari Bahasa Jawa

Kata Wonosobo berasal dari bahasa Jawa: Wanasaba (hanacaraka), yang secara harafiah berarti: "tempat berkumpul di hutan (tempat bertemunya para pandita)". Bahasa Jawa sendiri mengambilnya dari bahasa Sanskerta: vanasabhā yang artinya kurang lebih sama. Kedua kata ini juga dikenal sebagai dua buku dari Mahabharata: "Sabhaparwa" dan "Wanaparwa"

Sejarah Singkat

Pada zaman dulu Dieng merupakan tempat bertemunya para pandita dari berbagai penjuru Dunia melalui pantai utara Pulau Jawa, kapal yang ditumpangi oleh para pandita merapat melalui dermaga di wilayah Kabupeten Batang, lalu menuju ke Dieng hal tersebut dibuktikan dengan adanya peninggalan purbakala antara lain: Anda Budha, Candi-candi, tingkat bawanda dan barang-barang perhiasan dari emas (menurut Dr. Kusnin seorang arkeologi menuturkan bahwa Dieng merupakan pusat kebudayaan, Hindhu tertua yang bersejarah perlu sekali dilestarikan dan menurut beliau juga, kepustakaan tentang Dieng ada Leiden Belanda).

Permulaan sejarah Wonosobo ditengarai dengan datangnya 3 tokoh pada abad ke 17, yaitu Kyai Kolodete, Kyai Walik, Kyai Karim. Ketiganya datang ke Wonosobo dengan sanak keluarganya. Sesaat itu kondisi Wonosobo masih merupakan hamparan hutan belantara yang amat menakutkan, 2 gunung pengayom mengawasi dari timur, gunung sumbing dan Gunung sindoro, singkat kata jarang orang berani mengarungi hutan kawasan Wonosobo, bebasan “SATO MARA KEPLAYU, JANMA MARA JATI”.

Tiga tokoh di atas diyakini keberaniannya telah berhasil mendirikan kota Wonosobo dengan peran masing-masing ialah: Kyai Walik sebagai tokoh perancang kota, Kyai Karim sebagai tokoh yang mampu meletakkan sendi-sendi dasar pemerintahan, sementara itu Kyai Kolodete memang tidak begitu jelas peranannya, Namun Kyai Kolodete dikenal sebagai pennguasa di daerah Dataran Tinggi dieng.

Tonggak sejarah Kabupaten Wonosobo dimulai dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Raden Muh. Ngarpah sebagai Bupati pertama dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjanegara. / (K.R.T Setjonegoro).

Arti Lambang Wonosobo

Sejarah Kota Wonosobo dan Daftar Nama Bupati Wonosobo
Logo Kabupaten Wonosobo

Arti lambang daerah kabupaten Wonosobo adalah sebagai berikut:
  1. Garis-garis vertikal berwarna hitam artinya curah hujan yang turun mempunyai intensitas yang tinggi.
  2. Dua buah gunung menandakan bahwa Kota Wonosobo yang ASRI berada di bawah kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
  3. Garis bergelombang melintang horisontal berwarna kuning sebagai tanda bahwa di daerah Wonosobo banyak terdapat sumber mata air.
  4. Padi dan Kapas yang tergambar di tepi pledge menandakan bahwa Wonosobo adalah daerah subur.
  5. Tulisan SWATANTRA di pita putih mempunyai tekad menjadikan Wonosobo sebagai daerah yang mandiri.

Penetapan Hari Jadi Wonosobo

Penetapan Hari Jadi Wonosobo

  1. Memepertimbangkan bahwa : Hari Jadi pada hakekatnya merupakan awal daripada sejarah suatu bangsa / Negara dan sejarah itu sendiri merupakan guru abadi bagi suatu Bangsa / Negara / Daerah yang sedang membangun. Disamping itu dengan ditetapkannya Hari Jadi Kabupaten Wonosobo maka diharapkan semangat membangun darahnya dalam rangkaian satu kesatuan dengan pembangunan Negara Republik Indonesia.
  2. Tanggal 24 Juli tahun 1825 merupakan hari jadi Wonosobo., berdasarkan hasil penelitian dari fakultas Sastra Indonesia UGM Yogyakarta yang dipimpin oleh Dr. Joko Surya serta hasil seminar tahun 1994 yang diikuti oleh para ahli yang terkait dan para tokoh masyarakat Wonosobo.

Perhitungan Titi Mangsa Tahun Berdirinya Wonosobo

Perhitungan Titi Mangsa Tahun Berdirinya Wonosobo

Hari jadi Kabupaten wonosobo ditandai dengan Surya Sengkala “PANDHAWA MULAT HASTA NYAWIJI: yang bermakna sebagai berikut:
  • PANDHAWA bermakna 5
  • MULAT bermakna 2
  • HASTA bermakna 8
  • NYAWIJI bermakna 1

Jadi Pandawa Mulat Hasta Nyawiji (1825) bermakna menyatunya pemimpin daerah kabupaten Wonosobo disimbulkan dengan Muspika Plus (Bupati, Kodim, Polres, Kejaksaan dan Ketua Pengadilan) merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun Wonosobo.
Wonosobo zaman dahulu

Daftar Nama Bupati Wonosobo (1825 - 2022)

No Nama Bupati Masa Jabatan Wakil Bupati Status Bupati
1 Tumenggung Setjonegoro 1825 - 1832
2 Tumenggung R. Mangoenkoesoemo 1832 - 1857
3 Tumenggung R. Kertonegoro 1857 - 1863
4 Tumenggung Tjokroadisoerdjo 1863 - 1869
5 Tumenggung Soerjohadikoesoemo 1869 - 1898
6 R. Tumenggung Soerjohadinegoro 1898 - 1919
7 Adipati R.A. Sosrohadiprodjo 1920 - 1944
8 R. SIinggih Hadipoera 1944 - 1946
Masa Pemerintahan Indonesia
9 R. Soemindro 1946 - 1950
10 R. Kadri 1950 - 1954
11 R. Oemar Soerjokoesoemo 1955 - 1955
12 R. Sangidi Hadisoetirto 1955 - 1957
13 Rapingoen Wimbohadi Sedjono 1957 - 1959 Kepala Daerah
14 R. Wibowo Helly 1960 - 1967
15 Drs. Darodjat A.N.S 1967 - 1974 Bupati Kepala Daerah
16 R. Mardjaban 1974 - 1975 Pj. Bupati Kepala Daerah
17 Drs. Soekabnto 1975 - 1985 Bupati Kepala Daerah
18 Drs. Poedjihardjo 1985 - 1990 Bupati Kepala Daerah
19 Drs. H. Soemadi 1990 - 1995 Bupati Kepala Daerah
20 Drs. H. Margono 1995 - 2000 Bupati Kepala Daerah
21 Drs. Trimarwan Nugrohadi 2000 - 2005 Drs. H. Abdul Kholiq Arif, M.Si Bupati
22 Drs. H. Abdul Kholiq Arif, M.Si 2005 - 2015 H.Munthohar (2005-2010)
Dra. Hj. Maya Rosida, M.M. (2010-2015)
Bupati
23 Eko Purnomo, S.E., M.M. 2016 - 2021 Ir. H. Agus Subagiyo, M.Si. Bupati
24 H. Afif Nurhidayat, S.Ag 2021 - Petahana Drs. H. Muhammad Albar, M.M Bupati

Peta Pembagian Wilayah Kabupaten Wonosobo

Peta pembagian wilayah di Kabupaten Wonosobo
Peta pembagian wilayah di Kabupaten Wonosobo

Kabupaten Wonosobo terdiri dari 15 kecamatan, 29 kelurahan, dan 236 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 858.273 jiwa dengan luas wilayah 981,41 km² dan sebaran penduduk 874 jiwa/km².
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Wonosobo, baca selengkapnya di Wikipedia.
Baca juga :

Posting Komentar

© 2011 - elzeno.id ‧ All rights reserved. Developed by House Shine