Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Bergabung

Hukum Puasa Dalam Keadaan Junub

Bagaimana Hukum Puasa dalam Keadaan Berhadats Besar Belum Sempat Mandi Junub, Sah atau Tidak?
Hukum Puasa Dalam Keadaan Junub
Puasa dalam Keadaan Junub, Sah atau Tidak?

Puasa secara fikih diartikan sebagai ibadah untuk menahan diri dari perkara yang bisa membatalkannya, dimulai sejak terbitnya fajar shodiq hingga tenggelamnya matahari sesungguhnya memiliki fungsi membentuk dimensi spiritual seseorang, yakni hati yang ikhlas, bening ketika menjauhi perkara yang membatalkan puasa.


Salah satu larangan puasa adalah berhubungan intim pada waktu berpuasa, namun tidak menjadi larangan apabila telah memasuki waktu berbuka puasa atau malam Romadhon.

Perlu diketahui bahwa berhubungan intim bagi pasangan suami istri tidak dilarang saat malam Romadhon. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam Al-Qur'an surat Al-Baqoroh ayat 187:
ุงُุญِู„َّ ู„َูƒُู…ْ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ِ ุงู„ุฑَّูَุซُ ุงِู„ٰู‰ ู†ِุณَุงูۤ‰ِูٕƒُู…ْ ۗ ู‡ُู†َّ ู„ِุจَุงุณٌ ู„َّูƒُู…ْ ูˆَุงَู†ْุชُู…ْ ู„ِุจَุงุณٌ ู„َّู‡ُู†َّ ۗ ุนَู„ِู…َ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุงَู†َّูƒُู…ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุฎْุชَุงู†ُูˆْู†َ ุงَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ูَุชَุงุจَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุนَูَุง ุนَู†ْูƒُู…ْ ۚ ูَุงู„ْู€ٰูٔ†َ ุจَุงุดِุฑُูˆْู‡ُู†َّ ูˆَุงุจْุชَุบُูˆْุง ู…َุง ูƒَุชَุจَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ۗ ูˆَูƒُู„ُูˆْุง ูˆَุงุดْุฑَุจُูˆْุง ุญَุชّٰู‰ ูŠَุชَุจَูŠَّู†َ ู„َูƒُู…ُ ุงู„ْุฎَูŠْุทُ ุงู„ْุงَุจْูŠَุถُ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุทِ ุงู„ْุงَุณْูˆَุฏِ ู…ِู†َ ุงู„ْูَุฌْุฑِۖ ุซُู…َّ ุงَุชِู…ُّูˆุง ุงู„ุตِّูŠَุงู…َ ุงِู„َู‰ ุงู„َّูŠْู„ِۚ ูˆَู„َุง ุชُุจَุงุดِุฑُูˆْู‡ُู†َّ ูˆَุงَู†ْุชُู…ْ ุนٰูƒِูُูˆْู†َۙ ูِู‰ ุงู„ْู…َุณٰุฌِุฏِ ۗ ุชِู„ْูƒَ ุญُุฏُูˆْุฏُ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูَู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆْู‡َุงۗ ูƒَุฐٰู„ِูƒَ ูŠُุจَูŠِّู†ُ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุงٰูŠٰุชِู‡ٖ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุชَّู‚ُูˆْู†َ
Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.

Ayat ini menunjukkan akan kebolehan berhubungan intim dengan istri pada malam hari, karena berhubungan intim pada siang hari hukumnya membatalkan puasa yang apabila dilakukan, maka puasanya tetap tidak sah dan terkena sanksi kaffarah.

Lantas bagaimana bila sepasang suami istri melakukan hubungan intim di malam Romadhon kemudian tertidur pulas hingga masuk waktu subuh dalam kondisi masih junub? Bagaimanakah hukum puasanya?

Menurut penjelasan dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah XVI/55 dari kitab Mughni, Muhadzzab, bahwa hukumnya boleh dan sah meskipun belum mandi junub, karena syarat puasa tidak ada ketentuan harus suci dari hadats kecil maupun besar, begitu pula belum mandi junub bukan perkara yang membatalkan puasa.
ูŠَุตِุญُّ ู…ِู†ْ ุงู„ْุฌُู†ُุจِ ุฃَุฏَุงุกُ ุงู„ุตَّูˆْู…ِ ุจِุฃَู†ْ ูŠُุตْุจِุญَ ุตَุงุฆِู…ًุง ู‚َุจْู„ ุฃَู†ْ ูŠَุบْุชَุณِู„ ูَุฅِู†َّ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ูˆَุฃُู…َّ ุณَู„َู…َุฉَ ู‚َุงู„َุชَุง : ู†َุดْู‡َุฏُ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃِู†ْ ูƒَุงู†َ ู„ِูŠُุตْุจِุญُ ุฌُู†ُุจًุง ู…ِู†ْ ุบَูŠْุฑِ ุงุญْุชِู„ุงَู…ٍ ุซُู…َّ ูŠَุบْุชَุณِู„ ุซُู…َّ ูŠَุตُูˆู…ُ
Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki shubuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata :“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadits Riwayat Bukhari 4/153).

Perlu dipahami bahwa tetap sah berpuasa meski masih junub bukan berarti ibadah puasa tidak mempedulikan kebersihan dan kesucian, sebab tidak mungkin orang yang junub tidak segera mandi ketika memasuki waktu subuh. Artinya, orang yang junub akan bergegas mandi besar karena harus melakukan ibadah shalat Subuh, dan syarat shalat subuh harus suci dari dua hadats.
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, akan tetapi yang …

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video atau Potongan Kode atau Quote lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code