Ikuti Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. Bergabung

Syekh Abdullah Selomanik Al Qodiri Al Hasani Ra - Dieng Wonosobo

Manaqib Sayyid Syekh Abdullah Selomanik Al Qodiri Al Hasani Ra - Dieng Wonosobo
Salah Satu Waliyulloh Dataran Dieng - Wonosobo yaitu Sayyid Syekh Abdullah Selomanik Al Qodiri Al Hasani Ra yang masih Keturunan dari Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jilani Qs.

Manaqib Sayyid Syekh Abdullah Selomanik Al Qodiri Al Hasani Ra - Dieng Wonosobo
Gapura Makam Syekh Abdullah Selomanik (Kalilembu - Dieng - Wonosobo)

Biografi Manaqib Syekh Abdulloh Selomanik

Berikut Manaqib Sayyid Syekh Abdullah Selomanik Al Qodiri Al Hasani Ra - Dieng Wonosobo.

Dalam tradisi Jawa, ketinggian lokasi makam seseorang menggambarkan ketinggian kedudukannya. Semakin tinggi lokasi makam, semakin tinggi pula derajat, keilmuan, keturunan, bahkan kedudukannya di hadapan Tuhan. Karena itu, para ulama, raja dan bangsawan Jawa biasanya dimakamkan di kawasan pegunungan, yang letaknya lebih tinggi ketimbang tempat lain di sekitarnya.

Demikian pula dengan makam Syeikh Abdullah Selomanik. Lokasinya menjulang tinggi di atas pegunungan Dieng. Tidak mudah mencapainya. Harus melalui anak tangga yang cukup banyak jumlahnya. Tingginya lokasi makam itu menunjukkan ketinggian kedudukan sang ulama di mata masyarat Islam di daerah ini.

Secara administratif, Makam Syeikh Abdullah Selomanik masuk dalam Desa Kalilembu, Kejajar, Wonosobo. Desa Kalilembu, terletak di kawasan dataran tinggi Dieng. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung apiraksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu daerah ini berkisar 15-20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus) suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Menurut Gus Huda, Syeikh Abdullah Selomanik berasal dari Irak. Beliau datang ke Kejajar atas permintaan sejumlah orang Islam untuk menjaga keseimbangan alam dan mendidik masyarakatnya.

Nasab dan silsilah Sayyid Abdullah

  1. Sayyidina Rosululloh SAW
  2. Sayidatina Fatimah *Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karomallahu wajhah
  3. Sayyidina Hasan Al Mujtaba
  4. Sayyid Hasan al Mutsanna
  5. Sayyid Abdullah al Mahdi
  6. Sayyid Musa al Jun
  7. Sayyid Dawud
  8. Sayyid Muhammad
  9. Sayyid Yahya Azzahid
  10. Sayyid Abdullah
  11. Sayyid Musa
  12. Sayyid Syekh Abdul Qadir al Jailani r.a
  13. Sayyid Abdullah
  14. Sayyid Muhammad
  15. Sayyid Ali
  16. Sayyid Ja'far
  17. Sayyid Achmad
  18. Sayyid Umar
  19. Sayyid Abdul Karim
  20. Sayyid Muhammad
  21. Sayyid Abdul Majid
  22. Sayyid Abdullah Umar
  23. Sayyid Yusuf
  24. Sayyid Thoyib
  25. Sayyid Muhammad
  26. Sayyid Faqih * Roro Sujilah binti Djoko Dholoq bin Bhre Kertabhumi Brawijoyo V
  27. Sayyid Abdillah Selomanik

Perjuangan Sayyid di Tanah Jawa

Syeikh Abdullah adalah Ulama yang mengabdi di Demak Bintoro pada Masa Sultan Syah Alam Akbar Alfatah yang sebelum di Demak Beliau menjadi Pejabat Di Majapahit dengan Gelar Rakyan Selomanik dan di bawah Senopati Jimbun. Setelah Senopati Jimbun Berpindah ke Glagah Wangi dan mendirikan kadipaten Bintoro Kyai Selomanik pun mengikuti dan menjabat sebagai Abdi Dalem Tumenggung. Dan setelah Demak Resmi menjadi Kesultanan Kyai Ageng Selomanik diutus oleh Sultan Fattah untuk berdakwah di daerah pegunungan bekas kerajaan Mataram Kuno serta untuk membentengi kawasan tersebut.

Pada masa Kesultanan Demak Bintoro Beliau Aktif Sebagai Guru Agama Islam membantu Sultan Fattah dalam berdakwah serta menjadi Salah satu Senopati di Kesultanan Demak Bintoro.

Keturunan Beliau

Syeikh Abdullah Selomanik menikah dengan Dewi Salimah putri Kyai Ageng Pilang dan dari pernikahan tersebut beliau punya beberapa Putra Putri dan di antara nya :
  1. Sayyid Abdul Iman (Tumenggung Selomanik ke 2)
  2. Sayyid Burhanuddin (Kyai Ageng Pandak)
  3. Sayyid Abdurrahman Alqodri (Kyai Agung)
  4. Syarifah Maimunah (Istri Pangeran Pecangakan)

Murid-Murid Beliau

Di antara murid murid Beliau adalah
  1. Pangeran Kadjoran
  2. Pangeran Kanduruhan
  3. Kyai Ageng Pandan Alas
  4. Kyai Ageng Pandan Wangi
  5. Pangeran Made Pandan
  6. Serta para Senopati Demak pada Zaman itu

Beliau sebagai Ulama dan Umaro

Masa perjuangan Sayyid Abdullah Selomanik terbesar adalah sewaktu masih di Demak Bintoro sebagai seorang Ulama dan pejabat.

Dan pada masa akhir Perjuangan Beliau mengajarkan ilmu kesufian dan kebatinan. Serta beliau pun menjauh dari keramaian duniawi dan menetap di pegunungan tuk mengisi hari tua. Berdakwah dan mengajarkan berbagai disiplin ilmu Sufi dan Ilmu Hikmah.

Banyak para tokoh pada masa itu yang datang ke Padepokan Kyai Ageng Selomanik untuk belajar dan mendalami ilmu hikmah serta sufi dan kanuragan sebagai bekal dalam kehidupan dan perjuangan Islam.

Sayyid Abdullah Al Qodri Alhasany yang bergelar Kyai Ageng Selomanik 1 adalah seorang Waliyulloh yang mempunyai Drajat keilmuan dan perjuangan yang tinggi. Karomah Beliau Tersembunyi. Perjuangan Beliau pun tidak banyak di ketahui. Dan yang pasti sebagai generasi penerus di wilayah Dieng dan sekitarnya hendaknya mengambil hikmah dari riwayat Singkat perjalanan Salah satu sesepuh Wonosobo yang sangat tersembunyi.

Kisah Gus Dur Mengunjungi Makam Mbah Abdullah

Makam Syekh Abdulloh Selomanik, Dieng - Wonosobo
Makam Syekh Abdulloh Selomanik, Dieng - Wonosobo
Peziarah datang dari berbagai kota di luar Wonosobo. Makam ini menjadi terkenal setelah mantan Presiden RI Gus Dur berkunjung beberapa kali. Konon sebelum menjadi presiden Gus Dur kerap berziarah ke makam Syekh Abdullah Selomanik atau warga menyebutnya Mbah Abdullah. Biasanya ia datang malam hari atau dini hari dengan rombongan beberapa mobil.

Sebulan bahkan bisa 3-4 kali datang. Saat suasana Jakarta memanas, konon Gus Dur memilih ziarah selama 4 hari di makam itu. Pada saat khaul, tidak kurang 10 ribu orang hadir di makam. Mereka berasal dari luar Kota Wonosobo.

Kisah Mistis Makam Mbah Abdulloh

Makam Mbah Abdullah Selomanik dipugar tahun 2000. Pada saat digali terdapat kain kafan dan jenazahnya masih utuh. Konon, jenazah ini adalah para santri Syeikh Abdullah Selomanik.

Di sebelah bangunan makam terdapat pohon besar. Pada saat terjadi angin lisus besar, dahan ranting yang patah seharusnya jatuh tepat diatas makam Beliau. Anehnya, dahan justru menimpa makam di depannya pun agak jauh. Sementara makam beliau dibawahnya tetap utuh.

Sumber :
  1. http://tridoyomanunggal.blogspot.com/2020/06/syeh-ngabdullah-selomanik.html
  2. https://mistikus-sufi.blogspot.com/2011/06/syeikh-abdullah-selomanik.html
Baca juga :

Posting Komentar

© 2011 - elzeno.id ‧ All rights reserved. Developed by House Shine