Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Bergabung

Memotong Kuku dan Rambut Ketika Haid

Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Ketika Haid?
Satu hal sering dialami perempuan setiap bulan adalah datangnya haid. Ya, karena menstruai merupakan fitrah perempuan tiap bulan. Kemudian, perempuan sering bertanya, bolehkah memotong kuku dan rambut ketika haid?. Barangkali pertanyaan ini sudah klasik, namun oleh sebagian orang belum tahu, bagaimana pandangan Islam tentang hal ini.

Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Ketika Haid?

Memotong Kuku dan Rambut Ketika Haid

Memotong anggota tubuh ketika haid terjadi khilaf antara ulama. Sebagian ada yang memperbolehkan adan sebagian ada yang tidak. Namun masing-masing punya dasar dan alasan. Oleh sebab itu ini tergantung yang aman dalam memilih pendapat ulama. Saran saya, sebaiknya memilih pendapat yang agak aman saja. Karena utuk kehati-hatian menjaga diri.

Daftar isi artikel:
Berikut ini adalah pendapat ulama seputar memotong kuku dan rambut ketika haid / memotong anggota tubuh saat haid:

Menurut Imam Ghazali

Pendapat pertama saya nukilkan dari pendapat Imam Ghozali. Menurutnya sebaiknya perempuan yang haid tidak usah memotong kuku atau rambut, atau bagian tubuh lain saat sedang hadas. Sebab kelak di hari kiamat, akan dikembalikan kepada Allah dengan membawa hadas besar. Hal ini sebagaimana diungkapkan Imam Ghozali dalam kitab Ihya' Ulumuddin.
ولا ينبغي أن يحلق أو يقلم أو يستحد أو يخرج الدم أو يبين من نفسه جزءاً وهو جنب؛ إذ ترد إليه سائر أجزائه في الآخرة فيعود جنباً، ويقال إن كل شعرة تطالبه بجنابتها

Menurut Imam Al Qalyubi

Pendapat kedua, yakin dari Imam Al Qolyubi beranggapan bahwa tubuh yang dikemabalikan kelak di hari kiamat hanyalah tubuh yang ketika dibawah mati, bukan yang sudah terpotong. Intinya bagi Al Qolyubi memperbolehkah untuk memotong kuku dan rambut saat haid karena tidak akan ikut menghadap Allah di hari besok.
فائدة : قال في الإحياء لا ينبغي للإنسان أن يزيل شيئا من شعره أو يقص شيئا من ظفره أو يستحد أو يخرج دما أو يبين من نفسه جزءا وهو جنب إذ سائر أجزائه ترد إليه في الآخرة فيعود جنبا ، ويقال : إن كل عشرة تطالبه بجنابتها انتهى ، وفي عود نحو الدم نظر ، وكذا في غيره لأن العائد هو الأجزاء التي مات عليها إلا نقص نحو عضو فراجعه

Dalam hal ini, lebih baik memilih yang tidak riskan kelak. Artinya, lebih baik tidak memotong kuku karena bisa jadi akan dihadapkan dihadpan Allah.

Kesimpulan

Maka sudah terjawablah : bolehkah memotong kuku dan rambut saat haid?

Jawabannya : Khilaf. Namun lebih baik memilih yang tidak beresiko.

Demikian sekelumit tulisan tentang memotong kuku dan rambut saat hadas besar. Mudah-mudahan dapat memberi pencerahan bagi anda semunya. Jika ada kesalahan, mohon mafaat sebesar-besarnya. Akhir kalam, Wallahu A'lam.
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video atau Potongan Kode atau Quote lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code