Ikutilah Program Tadarus Grup WhatsApp PTS, periode setiap 15 hari. GABUNG

Profil KH. Syuhud Zayyadi dan Empat Jenis Karakteristik Habaib

Profil KH. Syuhud Zayyadi dan Empat Jenis Karakteristik Habaib
Bagi Kiai Syuhud Zayyadi, setiap muslim menanggung kewajiban dakwah dan amar makmur nahi munkar sesuai kapasitas masing-masing. Dengan catatan kewajiban tersebut sebisa mungkin dilakukan tanpa kekerasan dan kekasaran. Sebab tujuan utamanya adalah merebut hati dan pikiran umat.

Profil KH. Syuhud Zayyadi dan Empat Jenis Karakteristik Habaib

Sedangkan bentuk dakwah paling ideal di zaman ini, menurut beliau, adalah melalui lembaga pendidikan, seperti pesantren dan madrasah. Sebab inilah cara yang minim goncangan sosial, halus, tertata, dan nampak buahnya dalam jangka panjang. Memelihara tradisi ilmu dan mengawal generasi.

Dalam hal ini beliau berpesan bahwa tujuan pesantren adalah untuk dakwah melalui pendidikan. Bukan untuk bisnis. Maka konsekuensinya pengasuh tidak boleh digaji dari pendapatan pondok. Ia harus memenuhi kebutuhan ekonominya dari usaha sendiri. Sedangkan pendapatan pondok dari manapun harus untuk kemaslahatan pesantren. Meliputi pengembangan infrastruktur, biaya operasional, gaji guru pengajar, dan lain-lain.

Sebagai tokoh ulama sepuh NU pada umumnya, Kiai Syuhud Zayyadi juga dikenal sebagai muhibbin -pencinta dan peladen habaib. Selalu siap 24 jam memenuhi kebutuhan habib yang datang. Namun beliau tetap memiliki sikap yang berbeda, tergantung bagaimana habib yang ia hadapi.

Jika ada habib yang berilmu dan berakhlak luhur dan lembut, Kiai Syuhud akan menghormati dan mencintainya sebagaimana terhadap Rasulullah sendiri.

Jika ada habib yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdakwah dengan cara keras, beliau akan tetap menghormati dan mencintainya, tetapi tidak akan mengikuti langkah dakwahnya. Tanpa menghina, apalagi merendahkannya.

Pernah suatu hari seorang habib yang terkenal keras dalam dakwah datang ke pesantren. Habib tersebut dipersilakan berpidato. Namun ketika pidatonya mulai menyuarakan ujaran kebencian dan hasutan kekerasan, Kiai Syuhud mematikan pelantang suara yang mengarah ke luar, tanpa menghentikan pidato tersebut.

Jika ada habib yang bukan dari kalangan ulama dan berakhlak baik, Kiai Syuhud akan menghormatinya sebagai keturunan Rasulullah, serta berupaya membantu kebutuhannya jika diperlukan.

Jika ada habib yang tidak berilmu dan tidak berakhlak baik, atau bahkan terjebak dalam dosa, Kiai Syuhud tetap menghormatinya dan bersedia membantu. Namun tetap akan menegur jika melihatnya melakukan maksiat. Pernah beliau menegur seorang habib yang bertamu sambil mabuk dan bicara sembarangan.

Agaknya sikap-sikap Kiai Syuhud ini mencerminkan garis besar manhaj dakwah mayoritas ulama Nusantara. Khususnya para kiai sepuh kita di Jam'iyyah Nahdlatul Ulama.

*Disarikan dari Profil KH. Syuhud Zayyadi (1930-1993) pendiri Pesantren Al-Khoirot Malang.

Berikan tanggapan Anda tentang artikel ini

Artikel Terkait:

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Profil KH. Syuhud Zayyadi dan Empat Jenis Karakteristik Habaib, jangan lupa ikuti website kami dengan klik tombol ( + IKUTI ) pada menu samping kiri paling bawah agar mendapatkan notifikasi setiap kami update artikel terbaru dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Posting Komentar

Persetujuan Cookie
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Tidak ada internet!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Terdeteksi!
Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin adblocking di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar pengecualian di plugin adblocking Anda.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.