Program Tadarus Grup WhatsApp PTS, periode setiap 15 hari. GABUNG
{{ date }}
{{ time }}
Sudah SHOLAT kah Anda?

Mbah Kiai Shonhaji dengan Gus Dur dan Isyarat Sambal

Mbah Kiai Shonhaji dengan Gus Dur dan Isyarat Sambal
Saya pernah sowan ke Mbah Kiai Shonhaji, Jimbun Sruweng Kebumen. Beliau adalah guru mursyid Gus Dur. Kalau Gus Dur ada acara di Kebumen, pasti singgah ke ndalem Mbah Kiai Shonhaji.
Mbah Kiai Shonhaji dengan Gus Dur dan Isyarat Sambal

Setelah dipersilakan masuk oleh khodimnya, saya duduk di lantai ruang tamu. Sekitar 15 menit kemudian Mbah Kiai keluar dari kamarnya. Setelah jabat tangan dan sungkem cium tangannya, Mbah Kiai tanya pada saya,

"Gus, nopo sampean saget nyambel (Gus, apa kamu bisa membuat sambal)?"

Saya kaget dapet pertanyaan seperti itu, langsung saja saya jawab. "Insyaallah saget Mbah Yai,"

Terus Mbah Kiai dhawuh, "Cobi nyambel mriko teng pawon (coba sana membuat sambel di dapur),"

Saya terus ke dapur dikawal oleh khodim beliau, dan di dapur sudah ada cobek dan uleknya. Juga sudah ada cabe 5 biji, bawang 1 biji, dan kencur 1 biji. Yang belum ada hanya garam, saya terus ambil garam dan mulai ngulek sambel. Setelah selesai, saya dan khodimnya disuruh bawa sambel itu ke ruang tamu.

Setelah dekat dengan Mbah Kiai, beliau dhawuh, "Cobi Gus kulo ta nyicipi sambele (coba saya mau nyicipi sambalnya)."

Betul. Mbah Kiai nyicipin sambal buatan saya pakai jari telunjuk kanan. Sambil bergegas ke belakang, Mbah Kiai dhawuh, "Wah sambele enak tapi kok asin banget."

Mbah Kiai Shonhaji dengan Gus Dur dan Isyarat Sambal

Rupanya Mbah Kiai ke belakang ambil nasi satu piring penuh, dan perintah ke saya suruh makan sama sambel dan kudu habis, ya nasinya ya sambalnya.

Sedikit saya paksakan, luar biasa pedasnya dan langsung terasa panas di perut, dan mata berkaca-kaca. Menetes air mata saking pedasnya. Setelah habis, Mbah Kiai dhawuh, "Pedes nggeh?" Saya jawab, "Nggeeh.." sambil sedot-sedot ambil napas.

Singkat cerita, saya pulang dan rasa panas di perut hilang, saya juga tidak mencret. Subhanalloh, yang luar biasa, setelah kejadian itu saya jadi tidak ada selera jadi aktivis. Tidak ada semangat aktif di partai politik, dan juga tidak ada nafsu untuk bisnis, waktu itu saya ada sambilan bisnis.

Dan sekitar 2 minggu kemudian ada banyak tamu yang menitipkan anaknya untuk mengaji di tempat kami. Ini pengalaman saya, semoga ada hikmahnya. 

*Sumber: FB KH Wahid Hakimnur.

Artikel Terkait:

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Mbah Kiai Shonhaji dengan Gus Dur dan Isyarat Sambal, jangan lupa ikuti website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Memuat Info...

Posting Komentar

Persetujuan Cookie
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Koneksi Terputus!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Terdeteksi!
Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin adblocking di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar pengecualian di plugin adblocking Anda.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.