Ikuti Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. Bergabung

Asal-Usul Sejarah Desa Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo

Asal-Usul Sejarah Desa Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo
Asal-Usul Sejarah Desa Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo



1.        Biografi
Desa                     : Deroduwur
Kecamatan           : Mojotengah
Kode Pos             : 56351
Kabupaten            : Wonosobo
Karesidenan         : Kedu
Provinsi                : Jawa Tengah

2.        Deskripsi Sejarah
1.         Desa Deroduwur
Deroduwur adalah sebuah desa sebelah barat dari Kecamatan Mojotengah, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.
Secara geografis, desa ini berada di antara:
-        Lereng gunung Bismo (utara)
-        Desa Kerinjing (barat)
-        Desa Derongisor (tenggara)
Deroduwur berasal dari kata Ndoro Duwur (Bhs. Jawa) dikisahkan Deroduwur didirikan oleh seorang Ndoro (tuan) yang bernama Tumenggung Kerta Wangsa dan saat ini beliau dimakamkan di Makam Umum Desa Deroduwur.

2.         Dusun Melikan
Dusun Melikan Berasal dari kata Melik-Melik Tekan (bhs, Jawa) di mana sejarahnya adalah sebuah tempat yang hanya kelihatan sinar lampunya tetapi setelah dituju oleh seorang kyai ternyata sampai juga. Kyai tersebut dikenal dengan Nama Kyai Abdul Jabar, Dia wafat dan dimakamkam di Makam Umum Dusun Melikan dan petilasanya sekarang dikenal dengan nama Makam Kyai Jubar.

3.         Dusun Bululawang
Dusun Bululawang (Mbah Lembu Lewang) dikisahkan pendiri Dusun ini adalah Mbah Bulewang yang sekarang dimakamkan Dimakam umum Dusun Bululawang, selain itu dusun ini sebagai pintu masuk dan keluar Desa Deroduwur menuju Kecamatan Watumalang.

4.         Dusun Buntu
Dusun Buntu yang secara bahasa adalah jalan terakhir atau tidak bisa lagi dilewati, dusun ini berada di bawah bukit Basma yang menyatu dengan dataran tinggi Dieng (sembungan).

5.         Igir Buntu
Pemukiman lainnya adalah Igir Buntu yaitu lereng bukit yang tidak memiliki akses jalan lain, disini terdapat Makam KH. Asy'ari, KH. Muntaha dan KH. Mustahal. dipemakaman ini juga terdapat seorang Keturunan Kerajaan yang bernana RA. Soestiyah (sampai saat ini belum ada konfirmasi sejarah Keturunan dan keluarganya) dia dikisahkan memohon kepada KH. Asy'ari untuk diizinkan dimakamkan disekitar Kyai Asy'ari. Tanah ini merupakan hasil Wakaf Keluarga Besar Mbah Bachri, Mbah Chudlori. Sisanya hasil pembelian Keluarga Besar Bani Asy'ari.

Hampir tiap desa di sekitar desa ini dikelilingi sungai kecil. Desa Deroduwur sendiri sebelah utara berada di lereng Gunung Bisma dan dataran tinggi Dieng
Dulunya, desa ini terkenal dengan hutan-hutan yang rimba. Bahkan karena terletak jauh dari pusat kota wonosobo dan terpelosokkannya desa ini, kendaraanpun tidak dapat melaluinya. Sekitar tahun 1930-an desa ini sempat menjadi tempat singgah beberapa Kyai Besar Wonosobo, diantaranya Mbah Hasbullah, Kyai Asy'ari, Kyai Abu Na'im (mbah Bunangim), Syaikh Suhaimi dan beberapa lainnya. Akan tetapi, sekarang berkat adanya ulama-ulama yang memasuki desa ini pun mengalami perkembangan yang cukup pesat hingga tersedia fasilitas-fasilitas pendidikan dan sebagainya.

3.        Sejarah Geografis
Menurut data sejarah geografis saat Kecamatan Mojotengah berada di sebelah barat Sungai Serayu sekitar tahun 1900-1979-an akses menuju desa ini hanya bisa dilalui dengan jalan setapak. setelah perkembangan tahun 1970 pertama kali membuka jalan oleh Pemkab Wonosobo bersama ABRI Masuk Desa dan Swadaya Masyarakat Desa Deroduwur, Derongisor, Mojotengah dan Kalibeber. Dengan gotongroyong terbuktilah pengembangan desa menjadi lebih maju dan produktif.

4.        Sejarah Pendidikan Dan Kebudayaan
Desa Deroduwur memiliki keunikan secara budaya dan geografis, secara budaya desa ini termasuk pecahan dari para sesepuh dan orang-orang pertama disini kebanyakan keturunan pembesar dari daerah Mataram. seperti Mbah Tumenggung Kertawangsa, Maestro Al-Qur'an. KH. Muntaha. Alh, beserta adiknya KH. Mustahal dimakamkan di desa ini, dia lah yang memprakarsai pembangunan Lembaga pendidikan di desa ini untuk tingkat SMP dan SMA pada tahun 2002. lembaga tersebut terletak satu komplek dengan makam, Lembaga tesebut dibawah naungan Yayasan Al-Asy'ariah. Terdapat juga Pondok Pesantren Al-Asy'ariyah 2 Deroduwur. Awal pembangunnya dengan bantuan tenaga dan material dari masyarakat Desa Deroduwur, bantuan pribadi H. Kholiq Arief (Wakil bupati Wonosobo pada saat itu) dan bantuan Pemkab Wonosobo.


Baca juga :

Posting Komentar

© 2011 - elzeno.id ‧ All rights reserved. Developed by House Shine