Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Bergabung

Jangan Sholat Dalam Kondisi Ini!

ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan oleh Islam untuk melakukan sholat
Jangan Sholat Dalam Kondisi Ini!

Sholat adalah kewajiban setiap muslim. Dengan sholat, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah tanpa perlu memandang kondisi duniawi. Sholat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Dimana syahadat adalah pernyataan keimanan kepada Allah, Al-Qur’an serta Nabi dan Rasulnya. Sementara Sholat adalah bentuk keimanan kita pada Allah sebagai wujud ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya. Melalui sholat lah, Allah menunjukkan kepada manusia siapa yang menciptakannya serta menunjukkan jalan kepadanya.

Sholat yang lima waktu adalah ibadah yang wajib dilakukan. Oleh karena itu untuk melaksanakannya, ada syarat yang harus terpenuhi. Hal ini dimaksudkan agar sholat kita diterima oleh Allah SWT. Diantaranya yaitu bersih atau suci lahir dan batin, juga berakal atau tidak hilang kesadaran. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan oleh Islam untuk melakukan sholat. Beberapa kondisi tersebut adalah:

Mabuk Karena Khamr

Mabuk menyebabkan seseorang kehilangan akal dan tidak sadarkan diri. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam kutipan Qur’an Surat An-Nisaa ayat 43, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,”
Seseorang yang hilang akal tidak akan sah diterima sholatnya. Sholat dalam keadaan mabuk akan menyebabkan seseorang tidak menyadari apa yang akan di ucapkannya. Dalam keadaan mabuk, cara bicara seseorang akan tidak jelas. Hal ini dikhawatirkan membuat seseorang salah membaca bacaan sholat juga gerakannya. Akan tetapi, jika mabuknya disengaja, maka sholatnya harus di qadha saat sadar.

Junub

Junub adalah hadas besar yang untuk membersihkan harus mandi dulu. Sebab syarat sah diterimanya sholat adalah bersih dan suci. Dalam Qur’an Surat An-Nisaa ayat 43 Allah berfirman:
“(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, sehingga kamu mandi.”
Orang yang junub baru boleh melaksanakan sholat jika sudah mandi dan bersuci, agar sholatnya di terima. Sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, yang artinya:
“Tidak diterima shalat tanpa bersuci.”

Haid dan Nifas bagi perempuan

Darah haid dan nifas adalah darah kotor. Oleh karena itu, perempuan yang sedang berada di masa haid atau nifasnya tidak boleh melaksanakan sholat sampai selesai haid atau nifasnya. Setelah haid atau nifasnya selesai, perempuan harus mandi kemudian bersuci terlebih dahulu agar sholatnya sah dan diterima.

Mengantuk

Jika rasa kantuk menyerang saat waktu sholat sudah tiba, lebih disarankan untuk beristirahat sejenak agar rasa kantuknya hilang. Baru kemudian mengerjakan sholat setelahnya. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila kalian ngantuk dan ingin sholat, hendaklah tidur terlebih dahulu supaya rasa kantuknya hilang.”
Hal ini boleh dilakukan dengan syarat waktu sholatnya lama serta yakin bahwa diri dapat bangun sebelum sholatnya habis. Jika khawatir tidak dapat bangun cepat atau waktu sholat yang terbatas, maka sebaiknya sholat terlebih dahulu.
Pendapat lain mengatakan, bahwa dalil tersebut di atas berlaku untuk waktu sholat tahajud atau qiyyamul lail. Sebab waktu pelaksanaanya adalah di sepertiga malam, saat orang-orang beristirahat.

Menahan Hajat dan Lapar

Tidak dianjurkannya melaksanakan sholat dalam kondisi menahan hajat dan lapar, sebab dapat membuat sholat tidak khusyu. Jika sedang kebelet, sebaiknya diselesaikan dahulu urusannya. Demikian juga jika menahan lapar, sedangkan makanan sudah tersedia. Pastikan untuk makan terlebih dahulu, sekedar mengurangi rasa lapar, agar sholatnya fokus.

Nah, itulah beberapa kondisi dimana sholat sebaiknya tidak dilakukan atau tidak usah dilakukan. Beberapa kondisi adalah kondisi yang merupakan bagian dari takdir, sementara kondisi lainnya adalah kondisi yang bisa Anda kondisikan supaya sholat Anda bisa lebih khusyu dan fokus.
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video atau Potongan Kode atau Quote lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code