Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Bergabung

Kenapa memperingati Maulid Nabi bukan khaul Nabi..??

Kenapa memperingati Maulid Nabi bukan khaul Nabi..??

Kenapa memperingati Maulid Nabi bukan khaul Nabi..??
Dan kenapa kok Khaul Wali bukan Maulid Wali..

Mengapa kita hanya merayakan Kelahiran Nabi Muhammad, Kenapa kok gak memperingati kewafatannya..???
Padahal beliau lahir dan wafat di Bulan yang sama..
Lalu kenapa berbeda dengan para Auliya' yang mana mereka diperingati kewafatannya alias khaulnya bukan kelahirannya???

Bismillah...
Alasan Pertama...
Karena beliau Nabi Muhammad sudah menjadi semulia-mulianya makhluk sejak sebelum dilahirkannya ke muka bumi.....
Sangat amat banyak riwayat yang menceritakan kemuliaan beliau sebelum dilahirkan, jadi beliau sudah mulia sejak sebelum dilahirkan, dan dengan dilahirkannya beliau di dunia ini maka menjadi jelas, terasa serta nyata kenikmatan tersebut...
Sehingga bukan hanya manusia yang berbahagia bahkan hewan dan para jin-pun turut berbahagia dengan kelahiran sang makhluk Istimewa ini..

Adapun para manusia yang sholeh daripada para wali Allah, mereka dulunya lahir sama seperti manusia yang lain, lalu mereka ber-mujahadah dan berjuang melawan hawa nafsunya dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, sehingga  Allah mengangkatnya menjadi kekasihnya (wali Allah) , dan kemuliaan ini menjadi jelas dan nyata setelah Allah tutup usia mereka dengan husnul khatimah, sehingga kematian mereka adalah tanda nyata akan  kesuksesan mereka selama hidup dalam mengemban warisan Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa alihi wasallam, maka kita memperingati kewafatan mereka karena bersyukur dan berbahagia atas suksesnya perjuangan para wali tersebut dan dapat mentauladani mereka, sekaligus mendoakan mereka serta meminta kepada Allah untuk kita, agar; sebagaiamana Allah sukseskan sang wali itu maka sukseskanlah pula kami dalam menjalani kehidupan dunia ini.

Alasan Kedua...
Kita oleh agama selalu diperintahkan untuk menampakkan kebahagian dan kesenangan bukan malah menunjukkan kesedihan.
Oleh karena itu, diharamkan dalam Ahlus Sunnah wal Jama'ah melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok rofidhoh daripada mengenang kematian Imam Alhusain sambil menangis-nangis dan memukul-mukul wajah dan dada serta mengalirkan darah dengan melukai diri sendiri sebagai bukti kecintaan mereka kepada Alhusain. Padahal sudah sangat jelas bahwa kakek Alhusain sangat melarang yang demikian.
 Imam ibn Rajab dalam kitab Allathoif mengatakan:
"لم يأمر الله ولا رسوله باتخاذ أيام مصائب الأنبياء وموتهم مأتما، فكيف ممن هو دونهم؟! "
Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan agar menjadikan hari tertimpanya musibah dan kewafatan para Nabi untuk berkabung, (kalo untuk berkabungnya para Nabi aja tidak ada perintah)  apalagi dengan yang selain para Nabi...??!.

 Imam Jalaluddin As-Suyuthi juga mengatakan mengapa kita lebih memilih merayakan maulid Nabi ketimbang memperingati kewafatan Nabi :

أولا إن ولادته صلى الله عليه وسلم أعظم النعم علينا، ووفاته أعظم المصائب لنا، والشريعة حثت على إظهار شكر النعم والصبر والسكون والكتم عند المصائب ,
]مثال] : وقد أمر الشرع بالعقيقة عند الولادة، وهي إظهار شكر وفرح بالمولود، ولم يأمر عند الموت بذبح ولا بغيره ,
بل نهى عن النياحة وإظهار الجزع، فدلت قواعد الشريعة على أنه يحسن في هذا الشهر إظهار الفرح بولادته صلى الله عليه وسلم دون إظهار الحزن فيه بوفاته..

Pertama-tama yang harus kita ketahui Bahwasanya kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa alihi wasallam ke muka bumi ini adalah paling agungnya nikmat Allah kepada kita sebagai makhluknya, adapun kewafatan Beliau adalah paling besarnya Musibah yang menimpa kita sebagai ummatnya, dan Syariat Islam memerintahkan kita agar selalu menampakkan rasa syukur atas nikmat dan agar sabar dan tegar serta menutupi atas musibah yang menimpa kita.

Contoh : Dalam Syariat Islam kita diperintahkan untuk ber-Aqiqah (menyembelih kambing) setelah melahirkan, ini adalah bentuk menampakkan rasa syukur dan kebahagiaan dengan kelahiran sang anak,  akan tetapi ketika meninggalnya seseorang syariat tidak memerintahkan untuk  menyembelih atau yang lainnya.

Bahkan syariat melarang untuk meratapi mayyit dan menampakkan kekecewaan dan kesedihan atas kematian.

Maka dari sini dapat dipahami, bahwa kaidah syariat Islam itu menilai baik pada bulan Rabi'ul Awwal ini agar kita menunjukkan kebahagiaan sebab dilahirkannya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa alihi wasallam, bukan dengan menampakkan kesedihan kerana kewafatan beliau.

Semoga Bermanfaat..
Perbanyaklah bersholawat....
Agar di dunia kita selamat...
Dan di Akhirat mendapat syafaat.




Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan link aktif yang tidak sesuai topik yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam.
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code