Ikuti Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. Bergabung

Kisah Pasukan Sayyidina Umar Dan Siwak

Kisah Pasukan Sayyidina Umar Dan Siwak

Kisah Pasukan Sayyidina Umar Dan Siwak


Disatu peperangan, sayidina Umar mengirim pasukan melawan orang orang kafir, sayidina umar kalau ngirim pasukan, musuh jumlahnya itu bisa 10 kali lipat daripada pasukan yang dikirim oleh sayidina Umar bin Khatab. Sayidina Umar kirim 1.000 orang, musuh itu bisa sampai 10.000, 20.000 sampai 100.000, pasukan yang dikirim hanya 1.000 orang. Tapi setiap pasukan yang dikirim oleh sayidina Umar tidak pernah kalah, terpojok iya, tapi tetap ujung ujungnya kemenangan diraih oleh mereka.

Dalam suatu peperangan, para sahabat terpojok, sudah dikepung, sehingga panglima perang menulis surat kepada sayidina Umar bin Khatab, minta dikirim bala bantuan, minta dikirim oleh sayidina Umar bala bantuan.

Apa yang dilakukan oleh sayidina Umar? sayidina Umar hanya mengirim 1 orang membawa surat dari sayidina Umar bin Khatab, apa isi suratnya? diantaranya beliau bilang, "Saya sudah ikut peperangan bersama nabi Muhammad, puluhan peperangan dan saya tidak pernah dididik oleh nabi Muhammad saw bahwa kemenangan diraih dengan jumlah yang banyak.

Selama saya berperang bersama nabi Muhammad melawan orang kafir, tidak pernah itu kita didik sama nabi Muhammad jumlah punya pengaruh penting, tidak. Sekarang kalian terpojok, kalian harus introspeksi, sunah nabi Muhammad apa yang kalian sepelekan wahai perajurit?" Itu yang ditanya, coba ini omongan kalau dibawa ke negara kita, atau kenegara siapapun, omong kosong dibilang.

Ini pola pikir yang diajarkan oleh nabi Muhammad kepada para sahabat, sehingga ketika diterima itu surat, semuanya tidak ada yang bilang omongan sayidina Umar omong kosong. Tapi ketika diterima itu surat, mereka sadar, "Betul juga apa yang disampaikan oleh sayidina Umar bin Khatab", mereka intropeksi.

Dilihat sunah nabi Muhammad dijalankan semuanya oleh mereka, tetapi ternyata ada satu yang tidak, apa itu? yaitu siwak. Maka sang panglima perang mengumpulkan prajuritnya, "Ini kalian pada menyepelekan perkara siwak, ini penyebab kita tidak mendapat pertolongan dari Allah dimedan perang, hayo masing masing dari kalian, potong itu batang pohon arak, potong dan pakai itu siwak dengan niat sunahnya nabi Muhammad saw." Maka, itu perajurit semuanya yang ribuan orang, berbondong bondong semuanya mencari pohon arak dan dipotong, habis itu mereka gunakan itu siwak.

Pertolongan dari Allah datangnya tanpa diduga, kebetulan saat itu orang orang kafir mengirim mata mata, untuk memata matai kaum muslimin. Mata mata melihat heran, mereka kan melihat dari kejauhan, tidak tahu kronologisnya apa, cuma mereka heran melihat kaum muslimin lagi motongin batang pohon, kemudian lagi ngasah gigi mereka dengan kayu.

Dari jauh kelihatan begitu, gigi diasah pakai kayu, ketakutan ini mata mata, pulang kepada kaumnya prajurit orang orang kafir, membawa kabar yang menakutkan, "Waduh mendingan kita kabur deh, kaum muslimin sudah terpojok, kelihatannya mereka sudah marah besar, mereka sudah tidak sabar sama kita, mereka lagi mengasah gigi mereka untuk mencabik cabik kita.

" Hal ini tersebut dalam sejarah, pertolongan dari Allah datang dengan cara yang tidak tahu kita, subhanallah. Tanpa kita tahu dari mana datangnya, sehingga setelah itu, kaum muslimin siap siap berperang, melihat musuh tidak ada semuanya, sudah pada angkat kaki, berkat sunahnya nabi Muhammad saw.

Kita sekarang melihat keadaan kaum muslimin diberbagai penjuru, keadaan yang menyedihkan, darah mereka tidak ada harganya, nyawa melayang, jutaan, harga diri mereka tidak ada harganya. Yang menghacurkan Islam terkadang umat Islam sendiri, penyebabnya kita tidak usah fikir jauh, jumlah kita banyak, persenjataan kita banyak, kekayaan kita, minyak banyak sekali, tapi yang punah, sunahnya nabi Muhammad saw.

Coba ini kalau mulai detik ini, sunah siwak dijalanin, berapa banyak bala, musibah yang akan diangkat oleh Allah. Musibah yang sesungguhnya bukan gunung merapi, musibah yang sesungguhnya kalau sunah nabi Muhammad terbengkalai ditengah tengah kita, Ya Rabb mudah mudahan Allah kasih taufiq untuk kita sekalian..


- Habib Ahmad bin novel bin Jindan - 6 Januari 2014, Masjid Almunawar Penjelasan Kitab Risalatul Jami'ah Bagian Sunah Wudhu
Baca juga :

Posting Komentar

© 2011 - elzeno.id ‧ All rights reserved. Developed by House Shine