Ikutilah Program Tadarus Grup WhatsApp PTS, periode setiap 15 hari. GABUNG

Kisah Pernikahan Pertama Ustadz M. Arifin Ilham


Kisah Pernikahan Pertama Ustadz M. Arifin Ilham
Mulanya, dai muda asal Banjarmasin ini pernah mengajukan satu nama wanita sebagai calon istri kepada ibunya. Namun, sang bunda mengatakan ketidaksetujuannya. Maka, dengan tegas beliau mengatakan dalam salah satu ceramahnya, “Arifin tidak mungkin menerima orang baru tanpa persetujuan Mamah.”

Berbilang waktu kemudian, sosok dai dengan suara bertenaga ini pun bertemu dengan wanita yang merupakan anak kiyai sekaligus anggota DPR RI kala itu. Tanpa sengaja. Saat keduanya antre dalam sebuah jamuan makan. Jarak keduanya hanya sekitar tiga meter. Tidak sengaja, hanya sekali bertabrakan lirikannya. Lalu, keduanya tersenyum.

Entah berapa lama setelahnya, ada salah satu sahabat yang menawarkan sosok calon istri ke ustadz muda yang merupakan lulusan Universitas Nasional ini. “Ustadz mau saya kenalkan dengan wanita sebagai calon istri?” Lanjutnya sampaikan keterangan, “Insya Allah shalihah. Anaknya kiyai. Rumahnya di Kalibata.”



Berniat menjaga diri dari zina dan menjalankan sunnah Nabi, ustadz Arifin menyanggupi. Tetapi, mereka berencana ketemuan di bilangan Depok Jawa Barat.

Di kediaman yang direncanakan, sosok sahabat tersebut menunjukkan selembar foto, lalu menunjukkan gadis yang hendak ditawarkan sebagai istri kepada ustadz yang pernah dipatok ular hingga taksadarkan diri selama 21 hari ini. Berselang detik kemudian, gadis yang ada di dalam foto itu pun keluar dari sebuah ruangan bersama ibunya.

Ingatan sang ustadz pun mundur ke belakang. Pasalnya, beliau merasa pernah bertemu dengan gadis tersebut. Tetapi, beliau lupa kapan, di mana dan dalam acara apa. Hingga, beliau mengingat pertemuan pertama dalam sebuah antrean makan tempo hari.

Sepulangnya dari rumah tersebut, beliau pun melakukan shalat istikharah di sepertiga malam yang terakhir. Beliau senantiasa berkonsultasi kepada Allah Ta’ala. Meminta pertimbangan tentang sosok gadis yang dikenalkan kepadanya itu. Hingga akhirnya, beliau pun mantap untuk melakukan lamaran.

Uniknya, beliau melamar dengan langsung menelpon. Tanpa basa-basi. Pada sebuah pagi selepas Subuh. “Aku Muhammad Arifin Ilham,” ungkap sang ustadz dengan berani. “Aku ingin melamarmu untuk menikah pada tanggal satu Muharram.” Pasalnya, hari itu merupakan tahun baru Hijriyah yang merupakan waktu bersejarah bagi kaum Muslimin di semua tempat.

Selanjutnya, sang ustadz pun menyampaikan empat hal setelah niat untuk menikah di tanggal tersebut. Pertama, “Aku ingin menikah karena Allah.” Kedua, “Aku ingin menikah karena melakukan sunnah Nabi.” Ketiga, “Aku ingin terbang. Tetapi, sayapku hanya satu. Dan, aku ingin agar kau menjadi sayap kedua.” Dan yang terakhir, “Aku menunggu jawabanmu jam 5 esok pagi. Setelah Subuh.”

Duh, bagaimana kiranya perasaan wanita yang mendapatkan kehormatan tersebut? Dilamar dengan cara yang baik, lalu sang lelaki mengajaknya bersegera menikah. Wanita bernama lengkap Wahyuniati al-Waly ini pula yang dengan ikhlas mengizinkan suaminya tersebut menikah untuk yang kedua kali setelah dua belas tahun pernikahannya. [Pirman/Kisahikmah.com]

Berikan tanggapan Anda tentang artikel ini

Artikel Terkait:

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Kisah Pernikahan Pertama Ustadz M. Arifin Ilham, jangan lupa ikuti website kami dengan klik tombol ( + IKUTI ) pada menu samping kiri paling bawah agar mendapatkan notifikasi setiap kami update artikel terbaru dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Posting Komentar

Persetujuan Cookie
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Tidak ada internet!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Terdeteksi!
Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin adblocking di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar pengecualian di plugin adblocking Anda.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.