Ikutilah Program Tadarus Grup WhatsApp PTS, periode setiap 15 hari. GABUNG

Syaikh Abdul Halim Mahmud - Bermimpi Nabi di Tempat Kotor

Syaikh Abdul Halim Mahmud - Bermimpi Nabi di Tempat Kotor
Syaikh Mutawali Sya’rawi dan Syaikh Abdul Halim Mahmud pergi menghadiri muktamar di London. Ketika itu Syaikh Sya’rawi menjabat sebagai menteri perwakafan dan keperluan-keperluan di Al-Azhar. Sedangkan Syaikh Abdul Halim Mahmud saat itu menjabat sebagai Syaikhul Azhar.
Syaikh Abdul Halim Mahmud - Bermimpi Nabi di Tempat Kotor

Dua hari setelah muktamar, Syaikh Abdul Halim Mahmud mengatakan kepada Syaikh Sya’rawi,
"Syaikh Sya'rawi, kami ingin acara belasungkawa (maksudnya tidak menyenangkan) ini segera selesai kemudian kita pergi umrah, agar jiwa kita bisa berpendar."

Syaikh Sya’rawi menimpali, "Apa yang membuat jiwa kita tidak bisa berpendar saat kita di sini (London)? Bukankah Allah berfirman tentang shalat, bahwa; Di manapun kalian menghadap, di sana kalian akan menemukan Allah?”

Maka Syaikhul Azhar berkata sembari menunjuk ke sebuah tempat, yang dikenal tidak senonoh dan tidak pantas. Beliau berkata, "Kita ingin jiwa kita berpendar, jauh dari daerah yang tidak sedap dan tidak baik ini.”

“Lah justru sebaliknya. Seseorang yang menghamba kepada Allah di tempat yang tidak baik ini dapat melihat kemahabesaran-Nya dan mengambil kebaikan yang melimpah di dalamnya,” sahut Syaikh Sya’rawi.

Syaikh Abdul Halim Mahmud tertawa simpul. Tertawanya berwibawa dan indah. Pada malam hari, di waktu fajar, telepon hotel Syaikh Sya’rawi berbunyi. Syaikh Abdul Halim Mahmud menelepon, beliau berbicara dengan sangat gembira nan senang.

Beliau mengabari, “Syaikh Sya'rawi! Tadi malam saya bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!”

Syaikh Sya'rawi menanggapi, “Saya tidak mengatakan bahwa Rasulullah akan mendatangi Anda di sini. Inilah rahasia kebaikan yang melimpah ketika beribadah di tempat yang tidak baik.”

Di lain kesempatan, Syaikh Muhammad Ibrahim Isymawi berkisah. Syaikh Abdul Halim Mahmud ketika berada di Konat Suez melepaskan sandalnya alais nyeker. Lantas ditanya mengapa beliau berbuat demikian. Dijawab oleh beliau, “Di sinilah saya dulu bermimpi Rasulullah!”

*Diterjemahkan oleh Ust. Beben al-Azhari dari fanspage Syaikh Abdul Halim Mahmud.

Berikan tanggapan Anda tentang artikel ini

Artikel Terkait:

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Syaikh Abdul Halim Mahmud - Bermimpi Nabi di Tempat Kotor, jangan lupa ikuti website kami dengan klik tombol ( + IKUTI ) pada menu samping kiri paling bawah agar mendapatkan notifikasi setiap kami update artikel terbaru dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat.

Posting Komentar

Persetujuan Cookie
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Tidak ada internet!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Terdeteksi!
Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin adblocking di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar pengecualian di plugin adblocking Anda.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.