Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Bergabunglah di Grup WhatsApp PTS, ikuti Program Tadarus setiap periode 15 hari Bergabung

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah ini sangat menarik dan mengharukan untuk dibaca. Sebuah kisah khalifah dengan seorang penggembala kambing. Dari mulut si penggembala kambing keluar kata-kata yang membuat sang Khalifah lemas.

Begini kisahnya.

Pada suatu pagi yang cerah, Abdullah bin Dinar berjalan bersama khalifah Umar bin Khattab dari Madinah menuju Mekkah. Dan di tengah perjalanan, mereka berdua bertemu dengan anak gembala.

Rupanya, sang Khalifah ingin menguji si gembala tersebut.

"Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu, "ujar khalifah.
"Aku hanya seeorang budak, "jawab si gembala.
"Kambingmu itu amat banyak, apakah majikanmu tahu?" kata khalifah membujuk.
"Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya, dan tidak tahu berapa yang lahir dan yang mati. Tidak pernah memeriksa dan menghitungnya, "kata anak gembala.

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Khalifah terus membujuk, "kalau begitu meski hilang satu, majikanmu takkan tahu. Atau katakan saja pada tuanmu kalau anak kambing dimakan serigala."
"Ini uangnya, ambil saja untukmu untuk membeli baju dan roti, "kata khalifah yang terus membujuk.

Di luar dugaan, anak gembala ini tetap saja tak bergeming dan mengabaikan uang yang disodorkan.

Si gembala terdiam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Kemudian dari mulutnya keluar kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar.

"Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu dimanan Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa pasti Allah mengetahui siapa yang berdusta? "kata anak gembala.

Umar bin Khattab langsung gemetar mendengar ucapan si anak gembala. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah saat itu.

Khalifah menangis mendengar kalimat tauhid yang mengingatkannya pada keagungan Allah SWT dan tanggungjawabnya di hadapan-Nya kelak kemudian hari.
.
Singkat cerita, akhirnya khalifah memerdekan budak mulia tersebut
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

Pergunakanlah kecerdasan anda saat berkomentar, dan tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, menuliskan merek template selain merek template yang kami posting akan langsung kami hapus atau kami anggap sebagai spam
Masukkan URL Gambar atau URL Video YouTube atau Potongan Kode , atau Quote , lalu klik tombol yang kamu inginkan untuk di-parse. Salin hasil parse lalu paste ke kolom komentar.


image video quote pre code